Home / Renungan Harian Online / Bermental Seperti Singa (2)

Bermental Seperti Singa (2)

(sambungan)

Itu kisah Daud. Sekarang mari kita lihat apa yang membuat singa dinobatkan sebagai raja rimba. Singa punya banyak hal untuk bisa dikatakan sebagai raja rimba. Tetapi apa yang disorot dalam Amsal 30:30 (“Singa, yang terkuat di antara binatang, yang tidak mundur terhadap apapun.”) ternyata bukanlah dari segi kemampuan bertarung, ketajaman gigi atau kuku yang punya kekuatan luar biasa dalam mencabik-cabik mangsa. Bukan pula soal kegagahan atau karismanya. Lantas apa? Ternyata kedigdayaan singa diukur dari kemampuan mentalnya menghadapi tantangan. Singa disebutkan terkuat diantara binatang lainnya karena singa tidak mundur terhadap apapun yang ada didepannya. Makanya ada istilah “The Lionheart” yang kerap dipakai sepanjang sejarah untuk menggambarkan sedikit orang yang punya mental begitu kuat dalam menghadapi tantangan layaknya singa. Inilah seharusnya yang menjadi gambaran tentang kita orang percaya.

Bagaimana agar mental kita bisa menjadi sekuat singa? Lewat Daud kita bisa belajar bahwa ia mampu memiliki mental seperti itu karena mendasari dan menyerahkan ke dalam tangan Tuhan. Ia mengandalkan Tuhan dalam menghadapi tantangan. Imannya membuatnya yakin mampu melakukan hal-hal yang bagi orang lain mustahil untuk dicapai. Itu gambaran sebuah iman yang didasari kepercayaan teguh serta pengalaman akan pertolongan Tuhan yang pernah ia alami sebelumnya.

Dalam Wahyu, Yesus pun dikatakan sebagai Singa dari Yehuda yang berasal dari garis keturunan Daud. “Lalu berkatalah seorang dari tua-tua itu kepadaku: “Jangan engkau menangis! Sesungguhnya, singa dari suku Yehuda, yaitu tunas Daud, telah menang, sehingga Ia dapat membuka gulungan kitab itu dan membuka ketujuh meterainya.” (Wahyu 5:5).

Yesus sebagai singa dari Yehuda telah membuktikan kekuatan sejatinya sebagai raja di atas segala raja dengan tidak mundur dari rangkaian tugasNya ke dunia seperti yang digariskan Tuhan sedikitpun. Yesus tidak mundur setapakpun meski apa yang harus Dia hadapi demi kita luar biasa menyakitkan. Yesus menuntaskan semuanya, sehingga hari ini kita bisa beroleh keselamatan dalam sebuah hubungan dengan Tuhan yang sudah dipulihkan. Yesus terus bertarung mempertahankan kita semua, anda dan saya agar bisa selamat dan beroleh hidup yang kekal.

(bersambung)

About dr.gaplek

Check Also

Belajar Lewat Keteladanan Paulus (2)

(sambungan)Dalam masa hidupNya yang singkat di muka bumi ini, Yesus pun menunjukkan hal yang sama. Segala yang Dia ajarkan telah Dia contohkan secara langsung pula. Lihatlah sebuah contoh dari perkataan Yesus sendiri ketika ia mengingatkan kita untuk m...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *