Home / Renungan Harian Online / Cara Mengatasi Masalah ala Daud (1)

Cara Mengatasi Masalah ala Daud (1)

Ayat bacaan: 1 Samuel 17:45
=================
“Tetapi Daud berkata kepada orang Filistin itu: “Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama TUHAN semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kautantang itu.”

Disebuah pagi kira-kira 1000 tahun Sebelum Masehi, tepat di lembah Tarbantin yang terletak di tengah dua bukit. Disana sedang berhadapan dua orang yang sangat jomplang baik dari segi ukuran tubuh maupun kelengkapan peralatan dan persenjataan. Di sudut yang satu berdiri sosok bertubuh raksasa dengan tinggi kurang lebih tiga meter, memakai perisai lengkap yang mahal dan bersenjata lembing terbuat dari tembaga. Mata tombaknya saja sudah sekitar tujuh kilogram. Di sudut lain ada seorang anak muda berwajah kemerahan, tanpa perisai atau pelindung tubuh apapun dan hanya bersenjatakan umban yaitu sejenis ketapel. Sebuah pertarungan tidak seimbang sepertinya bakal tersaji di depan mata. Sudah kalah ukuran tubuh, kalah perlengkapan perang, kalah senjata pula. Ketidakseimbangan bertambah jelas jika mengetahui bahwa sudah 40 hari lamanya raksasa ini beserta tentaranya sukses mengintimidasi tentara Israel. Suasana mencekam memenuhi lembah itu. Anda bisa membayangkan bagaimana situasi disana pada waktu itu, tapi anda pun tentu tahu apa yang menjadi hasilnya. Benar, ini adalah kisah yang sangat terkenal ketika Daud muda berhadapan dengan raksasa dari Gat bernama Goliat. Hanya dengan ketapel Daud mampu menumbangkan lawannya. Sebuah kemenangan fenomenal yang tercatat dalam tinta emas hingga hari ini.

Kita mungkin sudah tahu apa yang menjadi rahasia Daud untuk mengalahkan raksasa bersenjata lengkap seperti itu. Tapi apa hubungannya buat kita? Coba ganti sosok raksasa dan prajuritnya itu dengan permasalahan yang menekan kita, maka anda akan melihat hubungannya. Bukankah kita seringkali diterpa masalah sebesar raksasa sehingga kita kelabakan, hilang akal dan sudah menyerah duluan sebelum menghadapi? Jangankan berani menghadapi, memikirkan saja mungkin kita takut. Kita merasa tidak punya kemampuan untuk mengatasinya karena secara logika itu tidak mungkin. Kita berpikir, inilah akhir dari diri kita. Mungkin secara manusia itu terjadi, tapi jangan lupa bahwa ada Tuhan di belakang kita yang tidak pernah kehabisan cara untuk menolong kita, mengangkat kita keluar dari permasalahan seberat apapun dan meletakkan kita kembali di tempat yang baik untuk kembali melangkah dengan mantap.

Dari kisah Daud vs Goliat ini kita bisa mengambil teladan tentang bagaimana menghadapi masalah sebesar raksasa, berdasarkan cerita lengkapnya yang dicatat dalam 1 Samuel 17:1-31. Setidaknya ada empat poin yang bisa kita teladani dalam menghadapi masalah besar, mari kita lihat satu persatu.

1. Jangan memandang masalah, tapi fokuskan pandangan kepada Tuhan

Seperti halnya Daud, berhentilah memandang besarnya masalah dan alihkan dengan memandang besarnya Tuhan yang ada bersama kita. Memandang besarnya masalah, itulah yang dilakukan oleh para tentara Israel, dan itu melemahkan mental dan moral mereka, tapi tidak demikian dengan Daud. Ia tidak memandang kepada besarnya masalah tapi memandang kepada siapa yang menyertainya. Lihat bagaimana reaksi Daud ketika mendengar intimidasi Daud yang menakutkan seluruh prajurit ISrael. “Lalu berkatalah Daud kepada orang-orang yang berdiri di dekatnya: “Apakah yang akan dilakukan kepada orang yang mengalahkan orang Filistin itu dan yang menghindarkan cemooh dari Israel? Siapakah orang Filistin yang tak bersunat ini, sampai ia berani mencemoohkan barisan dari pada Allah yang hidup?” (ay 26).

Daud bisa berkata seperti ini karena ia tidak memandang masalah melainkan memfokuskan pandangannya kepada Tuhan yang hidup, yang berada bersamanya. Sebesar apa masalah anda hari ini, akankah itu lebih besar dari Tuhan sehingga Tuhan tidak lagi mampu menolong kita? Tentu saja tidak, tidak ada masalah apapun yang bisa mengatasi kuasa Tuhan. Jadi jika kita memandang Tuhan, kita tidak akan terintimidasi lagi oleh masalah meski yang sangat besar, sehingga kita bisa tetap tenang dalam menghadapinya. Selama kita tetap hidup sesuai ketetapanNya, kita hanya perlu memenangkan diri, karena Firman Tuhan berkata “Dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu.” (Yesaya 30:15).
(bersambung)

About dr.gaplek

Check Also

Belajar Lewat Keteladanan Paulus (2)

(sambungan)Dalam masa hidupNya yang singkat di muka bumi ini, Yesus pun menunjukkan hal yang sama. Segala yang Dia ajarkan telah Dia contohkan secara langsung pula. Lihatlah sebuah contoh dari perkataan Yesus sendiri ketika ia mengingatkan kita untuk m...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *