Home / Renungan Harian Online / Cara Mengatasi Masalah ala Daud (3)

Cara Mengatasi Masalah ala Daud (3)

(sambungan)

Mengenai memeriksa dan mempergunakan apa yang ada kita bisa belajar pula dari cerita tentang Yesus yang menggandakan 5 roti dan 2 ikan utuk memberi makan ribuan orang seperti yang bisa kita baca dalam injil Markus ayat 6. Murid-muridNya ketika itu memandang kepada problema yang muncul dan fokus kepada apa yang tidak ada, tetapi Yesus mengajarkan mereka untuk melakukan hal yang sebaliknya, yaitu mencari tahu apa yang ada dan bisa dipergunakan untuk menyelesaikan masalah. “Tetapi Ia berkata kepada mereka: “Berapa banyak roti yang ada padamu? Cobalah periksa!” Sesudah memeriksanya mereka berkata: “Lima roti dan dua ikan.” (Markus 6:38).

Bandingkan dengan reaksi kita pada umumnya ketika menghadapi masalah besar. Bukankah pikiran kita sering tertutupi oleh rasa takut dan kepanikan sehingga kita lebih cenderung fokus kepada apa yang tidak kita miliki ketimbang memeriksa terlebih dahulu apa yang ada pada kita? Akan sangat baik apabila kita bisa tetap tenang dan melihat dahulu apa yang kita punya sebelum kita buru-buru panik? Kita sering berpikir terlalu jauh lalu mengabaikan bahwa solusinya mungkin saja bisa timbul lewat penyelesaian sederhana. Mungkin hanya sesuatu yang sederhana, tetapi seperti Daud, kita harus percaya bahwa ditangan Tuhan itu bisa menjadi senjata luar biasa untuk mengatasi persoalan.

Demikianlah langkah-langkah yang diambil Daud untuk bisa mengatasi sosok besar dengan perlengkapan perang komplit seperti Goliat. Dengan bentuk iman yang percaya seperti ini Daud bisa mengatasi apa yang dianggap mustahil bagi dunia. Daud siap menambahkan pencapaian baru dalam catatan pribadinya, dan Daud pun siap mempergunakan itu sebagai sebuah kesaksian. Demikian kata Daud: “Hari ini juga TUHAN akan menyerahkan engkau ke dalam tanganku dan aku akan mengalahkan engkau dan memenggal kepalamu dari tubuhmu; hari ini juga aku akan memberikan mayatmu dan mayat tentara orang Filistin kepada burung-burung di udara dan kepada binatang-binatang liar, supaya seluruh bumi tahu, bahwa Israel mempunyai Allah, dan supaya segenap jemaah ini tahu, bahwa TUHAN menyelamatkan bukan dengan pedang dan bukan dengan lembing. Sebab di tangan Tuhanlah pertempuran dan Iapun menyerahkan kamu ke dalam tangan kami.” (ay 46-47).

Sebuah kesaksian bisa menginspirasi banyak orang dan mengenalkan kuasa Kristus kepada orang lain. Jika merujuk pada kitab terakhir yaitu Wahyu, kita akan tahu bahwa musuh hanya bisa dikalahkan oleh darah Anak Domba dan oleh perkataan kesaksian (Wahyu 12:11). Itu akan jauh lebih efektif dibandingkan jika anda harus berkotbah di pinggir jalan untuk menjangkau jiwa.

Adakah diantara teman-teman yang hari ini tengah berhadapan dengan masalah yang rasanya besar seperti raksasa? Anda tengah panik, kelabakan dan mengira bahwa anda tidak akan mampu mengatasinya? Belajarlah dari Daud untuk menghadapinya. Daud berkata: “Tetapi Daud berkata kepada orang Filistin itu: “Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama TUHAN semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kautantang itu.” (1 Samuel 17:45). Dengan hal yang sama anda bisa berkata kepada masalah yang tengah mengintimidasi anda. Masalah boleh menghampiri anda lengkap dengan segala ‘persenjataan’ yang lengkap, tapi anda siap untuk mendatangi masalah dalam nama Tuhan. Masalah besar boleh datang, tapi ingatlah bahwa tidak ada satupun masalah yang lebih besar dari Tuhan. Kelak pada suatu ketika anda bisa mempergunakan hal ini sebagai kesaksian yang bisa menjangkau banyak jiwa.

Tuhan tetap lebih besar dari masalah yang terbesar, tidak perlu takut jika anda berjalan bersamaNya

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

About dr.gaplek

Check Also

Belajar Lewat Keteladanan Paulus (2)

(sambungan)Dalam masa hidupNya yang singkat di muka bumi ini, Yesus pun menunjukkan hal yang sama. Segala yang Dia ajarkan telah Dia contohkan secara langsung pula. Lihatlah sebuah contoh dari perkataan Yesus sendiri ketika ia mengingatkan kita untuk m...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *