Home / Kegiatan / Duta Vatikan ajak para frater untuk tempatkan Yesus di pusat hidup mereka

Duta Vatikan ajak para frater untuk tempatkan Yesus di pusat hidup mereka

IMG_0820


Melalui inkarnasi putera-Nya, Tuhan Kita Yesus Kristus, Allah ingin membuat semua tempat di dunia sebagai pusat kasih-Nya, maka Duta Vatikan untuk Indonesia Mgr Pierro Pioppo mengajak para frater calon imam di Kalimantan untuk menempatkan Yesus Kristus di pusat hidup mereka dan menegaskan bahwa nanti sebagai para imam diosesan dan imam religius mereka ditugaskan untuk membuat Yesus Kristus menjadi jantung dunia.


Mgr Pioppo berbicara dengan para frater diosesan, Kapusin dan Pasionis di Kapel Sang Pamanih (penabur) saat berkunjung ke Seminari Tinggi Antarkeuskupan Antonino Ventimiglia, Pontianak, 11 Maret 2018. Uskup Agung Pontianak Mgr Agustinus Agus, Rektor Seminari Antonino Ventimiglia Pastor Edmund Nantes OP dan Rektor STT Pastor Bonus Pastor William Chang OFMCap dan beberapa imam juga hadir.


Kalian “dipanggil menjadi sumber persekutuan yang berkomitmen bagi kaum miskin dan orang-orang terkebelakang dan juga dipanggil untuk membuat bangsa Indonesia dan seluruh bangsa di dunia menjadi contoh persekutuan, kerukunan, perdamaian, pemahaman, penerimaan,” kata Nuncio.


Menurut Duta Vatikan, sebuah karya besar hanya bisa dilakukan, “kalau kita memiliki Yesus Kristus di pusat hidup kita, di pusat jiwa dan raga kita, di pusat perjuangan kita, di pusat studi dan komitmen kita,” karena, “Yesus Kristus itu satu-satunya Juru Selamat kita, saudara kita, sahabat kita, Tuhan kita, harapan kita.”


Maka, Mgr Pioppo mengajak para frater diosesan dari lima keuskupan di Kalimantan yang mengirim frater saat ini di seminari itu serta para frater Pasionis (CP) dan Kapusin (OFMCap) yang belajar bersama di Sekolah Tinggi Teologi Pastor Bonus di kompleks seminari itu untuk membiarkan diri mereka mendengar dan menyambut kehadiran Yesus Kristus di dalam setiap diri mereka, “karena itulah alasan hidup kita yakni untuk bertemu Kristus.”


Dijelaskan, hanya Kristus yang memahami dan “bisa membuat kita menjadi gembala yang baik seperti diri-Nya,” maka para frater diminta memikirkan hal itu setiap mereka hendak mengerjakan sesuatu. “Yesus memahami hidup kita, Dia yang membuat kita menjadi manusia yang sehat, imam yang sehat, diakon yang sehat dan saat ini sebagai frater yang sehat dan nanti menjadi gembala yang sangat bisa dan sangat sehat dengan senyuman bukan hanya dengan sesama umat Katolik tetapi dengan semua umat manusia.”


Dibandingkan masa lalu, Mgr Pioppo mengamati, saat ini semakin banyak orang mencari Yesus dengan cara yang istimewa, berdebat tentang Dia, dan ingin memahami-Nya, maka “kita dipanggil-Nya untuk mempersiapkan diri dan untuk memberi kesaksian tentang kehadiran Yesus di dunia, Yesus yang bisa membuat dunia menjadi baru, Yesus mampu memberikan kepada kita semua harapan, suka cita dan keselamatan abadi.”


Mgr Pierro Pioppo menegaskan bahwa salah satu alasan kunjungannya di seminari itu, adalah “untuk mengingatkan bahwa yang menjadi pusat persekutuan kalian adalah seseorang bernama Yesus Kristus, Tuhan dan Jurus Selamat kita.”


Maka, kalau para frater itu berada di seminari itu guna mempersiapkan diri untuk membuat sesuatu yang baik bagi masyarakat, “maka saya minta kalian dalam setiap saat hidupmu mengorientasikan kembali hidup kalian kepada Yesus Kristus, dan nanti kalau kalian akan ditahbiskan diakon, tolong tempatkan Yesus Kristus di dalam jiwa dan ragamu, melalui sikap rekonsiliasi, pelaksanaan ajaran Kristiani, pengarahan spiritual, Sakramen Rekonsiliasi, ketaatan terhadap superior, dan mengikuti arah spiritual di seminari atau di paroki-paroki.”


Selain mengajak para frater untuk meningkatkan kehidupan Kristen sehingga Kristus semakin banyak tinggal dalam diri mereka, Mgr Pioppo berdoa agar Tuhan memberkati semua imam dan frater serta paroki yang mereka layani, komunitas mereka, superior mereka, uskup mereka, dan mengajak para frater agar “juga mendoakan saya, misi saya, pelayanan saya yang baru untuk Indonesia raya yang indah, dan supaya saya boleh semakin sesuai dengan Tuhan Kita Yesus Kristus yang datang ke dunia untuk melayani dan memberi hidup-Nya bagi semua orang.”(paul c pati)


IMG_0815


IMG_0827

About dr.gaplek

Check Also

Apa itu pertobatan batin?

KATEKISMUS GEREJA KATOLIK300. Apa itu pertobatan batin?Pertobatan batin ialah suatu dinamika ”hati yang patah dan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *