Home / Sesawi / Jangan Takut, Yesus Bersama Kita

Jangan Takut, Yesus Bersama Kita

21 Juni - RmA I

Minggu, 21 Juni 2015
Minggu Biasa XII
PW St. Aloysius
Ayb 38:1.8-11;  Mzm 106:23-26,28-31; 2 Kor 5:14-17; Mrk 4:35-40

Yesus Kristus bersabda, “Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?”

Kadang kita merasa begitu gelisah dan takut meskipun kita sadar bahwa Yesus Kristus selalu bersama kita. Seperti para rasul, kita berada dalam angin badai dan gelombang yang menghantam kapal kehidupan kita namun Yesus seakan Yesus tidur di buritan di sebuah tilam. Para rasul berteriak dan berkata kepada Yesus Kristus, “Guru, Engkau tidak peduli kalau kita binasa?” Di sini kita mengerti bahwa mereka bertempur melawan kegelisahan dan ketakutan dalam iman kepada Kristus. Kini, bagaimana kita dapat bertempur melawan kegelisahan dan ketakutan dengan iman yang sama?

Yesus Kristus selalu hadir bagi kita semua. Kita diundang untuk mengenali kehadiran-Nya bersama kita, terutama saat kita menghadapi badai kegelisahan, kesedihan, ketakutan dan pencobaan. Saat kita mengalami cobaan, Yesus Kristus selalu ada di sana bersama kita dengan sabda yang sama, “Mengapa kalian begitu takut? Mengapa kalian tidak percaya?” Ia juga meneguhkan kita dengan pesan-Nya, “Diam! Tenanglah! Ini Aku, jangan takut!”

Di sini kita mengalami suatu formasio iman. Apakah iman itu? Iman adalah melulu anugerah Allah bagi kita. Iman hanya mungkin oleh rahmat dan pertolongan Roh Kudus. Iman membuka mata budi dan hati kita untuk memahami dan menerima kebenaran yang diwahyukan Allah kepada kita. Karena iman, kita mampu terhubung dengan Allah secara benar dan penuh keteguhan, dengan kepercayaan dan cinta. Jika kita ingin hidup, bertumbuh dan bertahan dalam iman, kita harus membiarkan sabda Allah mengembangkan kta.

Kita tidak perlu takut menghadapi begitu banyak kesulitan, penindasan dan pencobaan dalam hidup kita sehari-hari. Janganlah biarkan ketakutan merampas iman, kepercayaan dan relasi keterhubungan kita dengan Allah. Iman mesti memampukan kita memeluk sabda kebenaran dan kasih Allah dengan penuh keyakinan dan menghayatinya dengan penuh pengharapan yang gigih akan janji Allah.

Dalam Adorasi Ekaristi Abadi kita menyembah Yesus Kristus yang meneguhkan kita dengan pesan yang sama, “Tenanglah! Ini Aku, jangan takut!” Kasih-Nya menguatkan kita dalam iman dan kepercayaan kepada-Nya. Kasih-Nya juga memampukan kita bertindak dalam keadilan dan kebaikan kepada sesama kita yang bakan melawan kita.

Tuhan Yesus Kristus, bimbinglah hati dan budi kami. Kembangkan iman kami pada kasih dan daya penyelamatan-Mu yang hingga kami selalu mengenal kehadiran-Mu yang penuh kasih kepada kami. Pada hari Minggu ini, kami juga mengenang iman St. Aloysius yang tak gentar menghadapi tantangan pelayanan dalam melayani para penderita pes hingga kematiannya. Syukur atas teladan hidupnya yang murni dan berjuang membela kaum papa miskin dan sakit. Bantulah kami bertindak dalam keadilan dan kebaian kepada sesama juga mereka yang melawan dan membenci kami, kini dan sepanjang masa. Amin.

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

About dr.gaplek

Check Also

Mutiara Filosofi Jawa dari Pujangga Ronggowarsito

Pengantar

Salah seorang rekan mengirim naskah bagus ini di sebuah grup milis internal katolik. Karena bagus, kami tertarik mengangkatnya dan mempostingkan naskah ini kepada pembaca. Terima kasih kepada Mas L. Suryoto atas postingannya.

Raden Ngabehi Ranggawarsita atau Ronggowarsito adalah pujangga besar budaya dan filosofi Jawa. Beliau lahir di Surakarta (Solo), Jateng, 15 Maret 1802 dan meninggal di Solo, 24 Desember 1873.

———————-

Rejeki iku ora iså ditiru…,

rejeki itu tidak bisa

ditiru..

Senajan pådå lakumu…,

walau sama

cara hidupmu

Senajan pådå dodolan mu…,

walau sama

jualanmu

Senajan pådå nyambut gawemu…,

walau sama

pekerjaanmu…

Kasil sing ditåmpå bakal bedå2….,

hasil yang

diterima akan berbeda

satu sama lain

Iså bedå nèng akèhé båndhå…,

bisa lain dalam

banyaknya harta

Iså ugå ånå nèng råså lan ayemé ati,

 Yåaa iku sing jenengé bahagia….,

bisa lain dalam

rasa bahagia dan

ketenteraman hati

Kabèh iku såkå tresnané Gusti kang måhå kuwåså…..,

semua itu atas

kasih dari tuhan yang

maha kuasa

Såpå temen bakal tinemu…,

barang siapa bersungguh-sungguh

akan menemukan

Såpå wani rekåså bakal nggayuh mulyå… ,

barang siapa berani

bersusah payah

akan menemukan

kemuliaan

Dudu akèhé, nanging berkahé kang dadèkaké cukup lan nyukupi…..,

bukan banyaknya

melainkan berkah

nya yang menjadikan

cukup dan

mencukupi

Wis ginaris nèng takdiré menungså yèn åpå sing urip kuwi wis disangoni såkå sing kuwåså.

sudah digariskan

oleh takdir bahwa

semua yang hidup

itu sudah diberi

bekal oleh yang

maha kuasa

Dalan urip lan pangané wis cemepak cedhak kåyå angin sing disedhot bendinané….,

jalan hidup

dan rejeki sudah

tersedia.. dekat..

seperti udara yang

kita hirup setiap

harinya

Nanging kadhang menungså sulap måtå lan peteng atiné, sing adoh såkå awaké katon padhang cemlorot ngawé-awé,

Nanging sing cedhak nèng ngarepé lan dadi tanggung jawabé disiå-siå kåyå orå duwé gunå…,

tetapi kadang

manusia silau mata

dan gelap hati,

yang jauh kelihatan

berkilau dan

menarik hati..

tetapi yang dekat

didepannya dan

menjadi tanggung

jawabnya disia sia

kan seperti tak ada

guna

Rejeki iku wis cemepak såkå Gusti, ora bakal kurang anané kanggo nyukupi butuhé menungså såkå lair tekané pati….,

rejeki itu sudah

disediakan oleh

tuhan, tidak bakal

berkurang untuk

mencukupi

kebutuhan manusia

dari lahir sampai

mati

Nanging yèn kanggo nuruti karep menungså sing ora ånå watesé, rasané kabèh cupet, nèng pikiran ruwet, lan atiné marahi bundhet.

tetapi kalau

menuruti kemauan

manusia yang tidak ada

batasnya, semua

dirasa kurang

membuat ruwet di hati

dan pikiran

Welingé wong tuwå, åpå sing ånå dilakoni lan åpå sing durung ånå åjå diarep-arep, semèlèhké lan yèn wis dadi duwèkmu bakal tinemu, yèn ora jatahmu, åpå maneh kok ngrebut såkå wong liyå nganggo cårå sing ålå, yå  waé, iku bakal gawé uripmu lårå, rekåså lan angkårå murkå sak jeroning kaluwargå, kabeh iku bakal sirnå balik dadi sakmestiné.

petuah orang tua,

jalanilah apa yang

ada didepan mata

dan jangan terlalu

berharap lebih untuk

yang belum ada

kalau memang

milikmu pasti akan

ketemu..

kalau bukan jatahmu..

apalagi sampai

merebut milik orang

memakai càra tidak

baik, itu akan

membuat hidupmu

merana, sengsara

dan angkara murka

semua itu akan sirna

kembali ke asalnya

Yèn umpåmå ayem iku mung biså dituku karo akèhé båndhå dahnå rekasané dadi wong sing ora duwé…,

seumpama

ketenteraman itu

bisa dibeli dengan

hàrta, alangkah

sengsaranya orang

yang tidak punyà

Untungé ayem isà diduwèni såpå waé sing gelem ngleremké atiné ing bab kadonyan, seneng tetulung marang liyan, lan pasrahké uripé marang GUSTI KANG MURBENG DUMADI…,

untungnya,

ketenteraman bisa

dimiliki oleh siapa

saja yang tidak

mengagungkan

keduniawian, suka

menolong orang lain dan

mensyukuri hidupnya.

Kredit foto: Ist

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *