Home / Sesawi / Kisah Agats Asmat: Warnet Delsos, Jendela ke Dunia Luar (20)

Kisah Agats Asmat: Warnet Delsos, Jendela ke Dunia Luar (20)

JANGAN heran kalau di Kabupaten Agats, kehadiran kita benar-benar ‘terisolir’ dengan dunia luar. Sepanjang pertengahan Juni lalu, jaringan koneksi henfon benar-benar tidak bisa berfungsi dengan baik. Apalagi BBM dan koneksi internet, selain tentu saja ketersediaan listrik juga sangat terbatas karena listrik PLN masih dalam kondisi byar…pet.

Listrik mati sepanjang siang hari. Mulai menyala menjelang petang hari dan kemudian sebelum hari berakhir pada tengah malam, PLN akan tegas mematikan seluruh jaringan listrik di seluruh Kabupaten Agats.

Alhasil, Agats pun jadi gelap gulita.

Dalam kondisi demikian, rasanya sungguh terasing bagi saya yang terbiasa hidup dengan ketersediaan jaringan internet tiba-tiba harus berhadapan dengan sebuah atmosfir kehidupan berbeda tanpa listrik, koneksi HP, dan jaringan internet.

Syukurlah, di kompleks Wisma Keuskupan Diosis Agats ada Warung Internet (Warnet) Delsos Keuskupan.

Hari pertama saya masuk Agats, Bapak Uskup Mgr. Aloysius Murwito OFM sudah ‘halo-halo’ kalau di Keuskupan menyediakan jasa layanan internet melalui komputer-komputer sewaan di Warnet Delsos.

Ini jelas menghibur saya, karena dengan begitu saya bisa sedikitnya mendokumentasikan rentetan ‘ingatan’ dan catatan-catatan perjalanan KBKK di pedalaman Agats dalam bentuk dokumen digital.

Selebihnnya, saya juga bisa melihat ‘dunia luar’ melalui internet agar selalu news updated dengan issues-issues yang berlalu-lalang di jagad pergaulan antarmanusia ini.

Di Warnet Delsos Keuskupan Agats inilah untuk pertama kalinya saya berkenalan dengan Romo Suntoyo OSC. Ternyata, beliau sendiri yang setiap malam menjadi ‘penjaga’ warnet untuk umum di Kabupaten Agats ini.

Lahir di Kota Reog Ponorogo, Romo Suntoyo OSC sejak muda tidak asing dengan dunia internet.

Maklum, beberapa tahun lamanya beliau menjadi pastur misionaris asing di Brasil hingga akhirnya pulang ke tanahair dan ditugaskan oleh Ordo Salib Suci (0SC) Provinsi Indonesia untuk berkarya di Keuskupan Agats.

Di jajaran Diosis Agats, Romo Suntoyo menjadi Ketua Delegatus Sosial Keuskupan sekaligus menjadi semacam procurator  (penanggungjawab pengisian barang-barang kebutuhan sehari-hari –singkat kata seperti General Affairs Manager untuk lingkup perusahaan besar). Berkat kehadiran Romo Suntoyo OSC inilah, ‘dunia luar’ bisa ‘diintip’ di balik layar monitor komputer.

Tentu saja, karena waktu tayang listrik PLN masih dalam taraf byar…pet alias sering mati, maka tak heran kalau warnet baru buka mengikuti irama byar-petnya listrik PLN.

Yang pasti, berkat Warnet Delsos Keuskupan Agats inilah, catatan-catatan penting saya atas perjalanan ke Agats bisa terdokumentasikan dengan lebih rapi, ringkas, dan fleksibel dibawa kemana-mana.

About dr.gaplek

Check Also

Mutiara Filosofi Jawa dari Pujangga Ronggowarsito

Pengantar

Salah seorang rekan mengirim naskah bagus ini di sebuah grup milis internal katolik. Karena bagus, kami tertarik mengangkatnya dan mempostingkan naskah ini kepada pembaca. Terima kasih kepada Mas L. Suryoto atas postingannya.

Raden Ngabehi Ranggawarsita atau Ronggowarsito adalah pujangga besar budaya dan filosofi Jawa. Beliau lahir di Surakarta (Solo), Jateng, 15 Maret 1802 dan meninggal di Solo, 24 Desember 1873.

———————-

Rejeki iku ora iså ditiru…,

rejeki itu tidak bisa

ditiru..

Senajan pådå lakumu…,

walau sama

cara hidupmu

Senajan pådå dodolan mu…,

walau sama

jualanmu

Senajan pådå nyambut gawemu…,

walau sama

pekerjaanmu…

Kasil sing ditåmpå bakal bedå2….,

hasil yang

diterima akan berbeda

satu sama lain

Iså bedå nèng akèhé båndhå…,

bisa lain dalam

banyaknya harta

Iså ugå ånå nèng råså lan ayemé ati,

 Yåaa iku sing jenengé bahagia….,

bisa lain dalam

rasa bahagia dan

ketenteraman hati

Kabèh iku såkå tresnané Gusti kang måhå kuwåså…..,

semua itu atas

kasih dari tuhan yang

maha kuasa

Såpå temen bakal tinemu…,

barang siapa bersungguh-sungguh

akan menemukan

Såpå wani rekåså bakal nggayuh mulyå… ,

barang siapa berani

bersusah payah

akan menemukan

kemuliaan

Dudu akèhé, nanging berkahé kang dadèkaké cukup lan nyukupi…..,

bukan banyaknya

melainkan berkah

nya yang menjadikan

cukup dan

mencukupi

Wis ginaris nèng takdiré menungså yèn åpå sing urip kuwi wis disangoni såkå sing kuwåså.

sudah digariskan

oleh takdir bahwa

semua yang hidup

itu sudah diberi

bekal oleh yang

maha kuasa

Dalan urip lan pangané wis cemepak cedhak kåyå angin sing disedhot bendinané….,

jalan hidup

dan rejeki sudah

tersedia.. dekat..

seperti udara yang

kita hirup setiap

harinya

Nanging kadhang menungså sulap måtå lan peteng atiné, sing adoh såkå awaké katon padhang cemlorot ngawé-awé,

Nanging sing cedhak nèng ngarepé lan dadi tanggung jawabé disiå-siå kåyå orå duwé gunå…,

tetapi kadang

manusia silau mata

dan gelap hati,

yang jauh kelihatan

berkilau dan

menarik hati..

tetapi yang dekat

didepannya dan

menjadi tanggung

jawabnya disia sia

kan seperti tak ada

guna

Rejeki iku wis cemepak såkå Gusti, ora bakal kurang anané kanggo nyukupi butuhé menungså såkå lair tekané pati….,

rejeki itu sudah

disediakan oleh

tuhan, tidak bakal

berkurang untuk

mencukupi

kebutuhan manusia

dari lahir sampai

mati

Nanging yèn kanggo nuruti karep menungså sing ora ånå watesé, rasané kabèh cupet, nèng pikiran ruwet, lan atiné marahi bundhet.

tetapi kalau

menuruti kemauan

manusia yang tidak ada

batasnya, semua

dirasa kurang

membuat ruwet di hati

dan pikiran

Welingé wong tuwå, åpå sing ånå dilakoni lan åpå sing durung ånå åjå diarep-arep, semèlèhké lan yèn wis dadi duwèkmu bakal tinemu, yèn ora jatahmu, åpå maneh kok ngrebut såkå wong liyå nganggo cårå sing ålå, yå  waé, iku bakal gawé uripmu lårå, rekåså lan angkårå murkå sak jeroning kaluwargå, kabeh iku bakal sirnå balik dadi sakmestiné.

petuah orang tua,

jalanilah apa yang

ada didepan mata

dan jangan terlalu

berharap lebih untuk

yang belum ada

kalau memang

milikmu pasti akan

ketemu..

kalau bukan jatahmu..

apalagi sampai

merebut milik orang

memakai càra tidak

baik, itu akan

membuat hidupmu

merana, sengsara

dan angkara murka

semua itu akan sirna

kembali ke asalnya

Yèn umpåmå ayem iku mung biså dituku karo akèhé båndhå dahnå rekasané dadi wong sing ora duwé…,

seumpama

ketenteraman itu

bisa dibeli dengan

hàrta, alangkah

sengsaranya orang

yang tidak punyà

Untungé ayem isà diduwèni såpå waé sing gelem ngleremké atiné ing bab kadonyan, seneng tetulung marang liyan, lan pasrahké uripé marang GUSTI KANG MURBENG DUMADI…,

untungnya,

ketenteraman bisa

dimiliki oleh siapa

saja yang tidak

mengagungkan

keduniawian, suka

menolong orang lain dan

mensyukuri hidupnya.

Kredit foto: Ist

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *