Home / Sesawi / “Minions”, Lucu dan Mendidik

“Minions”, Lucu dan Mendidik

minions-movie-gallery-1

FILM berbahasa asing biasanya hanya ditonton segelintir kelompok masyarakat. Menyimpang dari ‘tradisi’ tersebut, hari-hari ini muncul satu film yang berbahasa planet antah berantah tapi ramai ditonton. Yap, Minions yang dikategorikan SU alias bisa dinikmati segala umur.

Minions merupakan makhluk lucu yang muncul pertama kali dalam film Despicable Me (2010) dan langsung mencuri hati banyak penonton. Minion yang bahasanya lebih rumit dari racikan gado-gado atau bubur pedas Kalimantan – hampir-hampir tak bisa ditangkap secara harafiah tetapi rupanya bisa dipahami dan dimengerti secara universal. Sungguh pencapaian yang luar biasa. Tak heran kalau sebentar lagi terbit kamus bahasa Minion dan sejenisnya.

Minion merupakan hasil produksi perusahaan efek visual Perancis yang kemudian diakuisisi oleh Illumination Entertainment (Universal Studio). Perusahaan yang aslinya bernama Mac Guff itu lalu diubah menjadi Illumination Mac Guff.

Karya fenomenalnya rangkaian Despicable Me yang meraih penghasil fantastik – bermodal 69 juta dolar bisa meraup 543 juta dolar, Despicable Me 2 – bermodal 76 juta dolar sukses meraih 970 juta dolar, dan yang teranyar Minions. Hasil penjualan tiket Minions belum dihitung tetapi melihat animo besar masyarakat bisa dipastikan pundi-pundi Universal Studio bakal bergemerincing nyaring lagi.

Lugu – lucu dan dungu

Minions dikisahkan sebagai makhluk prasejarah yang telah ada sebelum dinosaurus. Uniknya Minions punya misi aneh, mengabdi pada tuan yang paling jahat. Maka mereka pun memuja berbagai penguasa dari zaman baheula kala sampai akhirnya bersua dengan Gru. Maka film ini diberi titel BG alias Before Gru.

Minion, si kuning bulat lonjong simpel ini sangat berdedikasi terhadap setiap bossnya. Mereka bertekad bulat membantu dan menyenangkan setiap boss yang diikutnya tersebut. Nah, konyolnya niat baik mereka itu akhirnya malah mencelakakan satu persatu majikan yang mereka puja. Si dinosarus yang musnah di lahar, si drakula yang binasa dipapar sinar matahari, firaun yang ditimpa piramid, Napoleon yang ditembak meriam sendiri dan daftar pun berlanjut.

minions ramai2Misi hidup

Minion akhirnya mengungsi ke Antartika, awalnya mereka menikmati hidup bersenang-senang sampai akhirnya frustasi karena merasa tidak mempunyai tujuan hidup. Cerita yang terlihat sederhana ini rupanya mengajarkan banyak hal tentang hidup kepada penonton. Minion mengajarkan pentingnya orang punya visi dan misi yang dibarengi komitmen untuk mewujudkannya.

Walaupun misinya nyeleneh, tapi Kevin, Stuart, dan Bob yang diutus mewakili bangsa Minion melaksanakan dengan serius dan gigih. Dan kegigihan mereka terbayarkan dengan menemukan tokoh super jahat yaitu Scarlet Overkill.

Mencuri mahkota Ratu Inggris

Petualangan berikutnya Minion adalah mencoba mencuri mahkota Ratu Elizabeth untuk menyenangkan hati bos barunya yang bercita-cita menjadi ratu Inggris. Walau amatiran, mereka dengan berani, tekun, dan tanpa mengeluh melaksanakan misinya. Sungguh dedikasi yang diimpikan para boss dari karyawannya.

Minion juga menunjukkan sifat mulianya berusaha membahagiakan orang lain. Tanpa pikir panjang kekuasaan yang sudah digenggam diserahkan kepada pihak lain. Kalau saja teladan tersebut diikuti para politikus, damailah dunia. Solidaritas terhadap teman juga ditebarkan dengan cara yang tidak menggurui.

Ukelele dan terima kasih

Bagi penonton Indonesia, simak baik-baik bahasa planet Minion karena kita akan mendengar cuplikan-cuplikan kata-kata yang berasal dari bahasa Indonesia. Ada yang hanya penggalan, ada yang sangat jelas seperti ketika Stuart menggunakan istilah ‘ukelele’ untuk menyebut gitar listrik, dan ketika Bob mengucapkan kata ‘terima kasih’ dengan sangat jelas kepada Ratu Elizabeth.

Peran utama Pierre Coffin, anak penulis ternama NH Dini dengan diplomat Perancis yang menyebabkan kata Indonesia terselip di dalam film ini. Pierre Coffin selain sebagai pengisi suara Minion juga adalah salah satu sutradara dari film ini.

Kesimpulan singkat, Minion sangat layak ditonton, bertabur kebajikan dan menghibur.

 

 

 

 

About dr.gaplek

Check Also

Mutiara Filosofi Jawa dari Pujangga Ronggowarsito

Pengantar

Salah seorang rekan mengirim naskah bagus ini di sebuah grup milis internal katolik. Karena bagus, kami tertarik mengangkatnya dan mempostingkan naskah ini kepada pembaca. Terima kasih kepada Mas L. Suryoto atas postingannya.

Raden Ngabehi Ranggawarsita atau Ronggowarsito adalah pujangga besar budaya dan filosofi Jawa. Beliau lahir di Surakarta (Solo), Jateng, 15 Maret 1802 dan meninggal di Solo, 24 Desember 1873.

———————-

Rejeki iku ora iså ditiru…,

rejeki itu tidak bisa

ditiru..

Senajan pådå lakumu…,

walau sama

cara hidupmu

Senajan pådå dodolan mu…,

walau sama

jualanmu

Senajan pådå nyambut gawemu…,

walau sama

pekerjaanmu…

Kasil sing ditåmpå bakal bedå2….,

hasil yang

diterima akan berbeda

satu sama lain

Iså bedå nèng akèhé båndhå…,

bisa lain dalam

banyaknya harta

Iså ugå ånå nèng råså lan ayemé ati,

 Yåaa iku sing jenengé bahagia….,

bisa lain dalam

rasa bahagia dan

ketenteraman hati

Kabèh iku såkå tresnané Gusti kang måhå kuwåså…..,

semua itu atas

kasih dari tuhan yang

maha kuasa

Såpå temen bakal tinemu…,

barang siapa bersungguh-sungguh

akan menemukan

Såpå wani rekåså bakal nggayuh mulyå… ,

barang siapa berani

bersusah payah

akan menemukan

kemuliaan

Dudu akèhé, nanging berkahé kang dadèkaké cukup lan nyukupi…..,

bukan banyaknya

melainkan berkah

nya yang menjadikan

cukup dan

mencukupi

Wis ginaris nèng takdiré menungså yèn åpå sing urip kuwi wis disangoni såkå sing kuwåså.

sudah digariskan

oleh takdir bahwa

semua yang hidup

itu sudah diberi

bekal oleh yang

maha kuasa

Dalan urip lan pangané wis cemepak cedhak kåyå angin sing disedhot bendinané….,

jalan hidup

dan rejeki sudah

tersedia.. dekat..

seperti udara yang

kita hirup setiap

harinya

Nanging kadhang menungså sulap måtå lan peteng atiné, sing adoh såkå awaké katon padhang cemlorot ngawé-awé,

Nanging sing cedhak nèng ngarepé lan dadi tanggung jawabé disiå-siå kåyå orå duwé gunå…,

tetapi kadang

manusia silau mata

dan gelap hati,

yang jauh kelihatan

berkilau dan

menarik hati..

tetapi yang dekat

didepannya dan

menjadi tanggung

jawabnya disia sia

kan seperti tak ada

guna

Rejeki iku wis cemepak såkå Gusti, ora bakal kurang anané kanggo nyukupi butuhé menungså såkå lair tekané pati….,

rejeki itu sudah

disediakan oleh

tuhan, tidak bakal

berkurang untuk

mencukupi

kebutuhan manusia

dari lahir sampai

mati

Nanging yèn kanggo nuruti karep menungså sing ora ånå watesé, rasané kabèh cupet, nèng pikiran ruwet, lan atiné marahi bundhet.

tetapi kalau

menuruti kemauan

manusia yang tidak ada

batasnya, semua

dirasa kurang

membuat ruwet di hati

dan pikiran

Welingé wong tuwå, åpå sing ånå dilakoni lan åpå sing durung ånå åjå diarep-arep, semèlèhké lan yèn wis dadi duwèkmu bakal tinemu, yèn ora jatahmu, åpå maneh kok ngrebut såkå wong liyå nganggo cårå sing ålå, yå  waé, iku bakal gawé uripmu lårå, rekåså lan angkårå murkå sak jeroning kaluwargå, kabeh iku bakal sirnå balik dadi sakmestiné.

petuah orang tua,

jalanilah apa yang

ada didepan mata

dan jangan terlalu

berharap lebih untuk

yang belum ada

kalau memang

milikmu pasti akan

ketemu..

kalau bukan jatahmu..

apalagi sampai

merebut milik orang

memakai càra tidak

baik, itu akan

membuat hidupmu

merana, sengsara

dan angkara murka

semua itu akan sirna

kembali ke asalnya

Yèn umpåmå ayem iku mung biså dituku karo akèhé båndhå dahnå rekasané dadi wong sing ora duwé…,

seumpama

ketenteraman itu

bisa dibeli dengan

hàrta, alangkah

sengsaranya orang

yang tidak punyà

Untungé ayem isà diduwèni såpå waé sing gelem ngleremké atiné ing bab kadonyan, seneng tetulung marang liyan, lan pasrahké uripé marang GUSTI KANG MURBENG DUMADI…,

untungnya,

ketenteraman bisa

dimiliki oleh siapa

saja yang tidak

mengagungkan

keduniawian, suka

menolong orang lain dan

mensyukuri hidupnya.

Kredit foto: Ist

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *