Home / Sesawi / Paus Fransiskus : Waspadai Bahaya Ketamakan

Paus Fransiskus : Waspadai Bahaya Ketamakan

2113068-paus-fransiskus-780x390

PAUS Fransiscus mengingatkan tak hanya orang Katolik tetapi juga manusia seluruh dunia untuk melawan korupsi yang merajalela di seluruh dunia. Dalam sebuah ibadah Misa pagi harian, 19 Juni di Santa Marta Residence, Paus menyebutkan bahwa ketamakan dan keinginan untuk  menumpuk harta duniawi yang berlebihan untuk kepentingan diri sendirilah yang menyebabkan peperangan dan konflik di mana-mana. Ini juga menyebabkan perpecahan dalam keluarga.

Mengambil inspirasi dari bacaan Kitab Suci yang disampaikan pagi itu yang bercerita saat Jesus mewanti-wanti para muridnya untuk tidak mengumpulkan harta kekayaan di dunia, melainkan
agar mengumpulkan harta di surga, Paus merefleksikan pesan itu pada bahaya ketamakan dan manusia yang kentara di zaman ini.

“Pada akhirnya, kekayaan yang luar biasa ini tidak akan memberi kita keamanan. Bahkan cenderung menurunkan derajat kita sebagai manusia. Dan hal ini terjadi pada banyak keluarga di
seluruh dunia. Banyak keluarga yang terpecah. Nafsu dan ambisi inilah yang juga menyebabkan korupsi dan perang,”ujar Paus.

Paus menegaskan, ada banyak perang, konflik yang terjadi di dunia dewasa ini karena ketamakan, kerakusan pada kekuasaan dan harta (uang). Kata Paus, coba pikirkan perang ini terjadi dalam hati ini. Seperti yang dikatakan Jesus, “Waspadalah terhadap segala ketamakan dengan segala bentuknya.’

Paus menegaskan bahwa ketamakan terus menerus menerjang dan mendobrak hati setiap manusia hingga runtuh dan terkuaklah kesombongan dan kebatilan. Memunculkan keyakinan bahwa yakin pada kekuatan diri sendiri sangatlah penting dan memberi kekuatan luar biasa. Pada akhirnya, memunculkan kebanggaan pada diri sendiri. Dan semua keburukan dari sini. Kata Paus, semua ini memang proses, tapi langkah awal bermula dari ketamakan, yakni keinginan untuk mengumpulkan kemakmuran sebanyak-banyaknya.

Paus mengakui bahwa ini tidak mudah bagi para politikus dan pejabat untuk menggunakan kesempatan dan semua yang melekat pada dirinya untuk hal-hal baik, menjadi jujur dan melakukan hal-hal yang kudus.

“Satu hal yang pasti benar adalah saat Tuhan memberkati orang yang kaya dan membuatnya menjadi pejabat serta mengatur orang kaya lainnya untuk hal-hal baik dan bermanfaat bagi setiap orang, tidak hanya bagi orang itu sendiri,”ujar Paus.

Kata Paus, menjadi pejabat yang jujur memang tidak mudah karena godaan untuk serakah dan tamak serta merasa penting selalu muncul. Dunia kita saat ini, kata Paus mengajarkan hal ini. Bahkan sepanjang hidup kita.

Karena itu, kata Paus,”Kita harus memikirkan orang lain dan menyadari bahwa apa yang saya /kita miliki adalah untuk kepentingan dan kebaikan orang lain dan apa yang saya miliki sekarang tidak akan kubawa sampai akhirat. Namun, jika saya, sebagai seorang pejabat menggunakan apa yang sudah Tuhan berikan untuk hal-hal baik, ini semua akan menyucikan diriku.”

About dr.gaplek

Check Also

Mutiara Filosofi Jawa dari Pujangga Ronggowarsito

Pengantar

Salah seorang rekan mengirim naskah bagus ini di sebuah grup milis internal katolik. Karena bagus, kami tertarik mengangkatnya dan mempostingkan naskah ini kepada pembaca. Terima kasih kepada Mas L. Suryoto atas postingannya.

Raden Ngabehi Ranggawarsita atau Ronggowarsito adalah pujangga besar budaya dan filosofi Jawa. Beliau lahir di Surakarta (Solo), Jateng, 15 Maret 1802 dan meninggal di Solo, 24 Desember 1873.

———————-

Rejeki iku ora iså ditiru…,

rejeki itu tidak bisa

ditiru..

Senajan pådå lakumu…,

walau sama

cara hidupmu

Senajan pådå dodolan mu…,

walau sama

jualanmu

Senajan pådå nyambut gawemu…,

walau sama

pekerjaanmu…

Kasil sing ditåmpå bakal bedå2….,

hasil yang

diterima akan berbeda

satu sama lain

Iså bedå nèng akèhé båndhå…,

bisa lain dalam

banyaknya harta

Iså ugå ånå nèng råså lan ayemé ati,

 Yåaa iku sing jenengé bahagia….,

bisa lain dalam

rasa bahagia dan

ketenteraman hati

Kabèh iku såkå tresnané Gusti kang måhå kuwåså…..,

semua itu atas

kasih dari tuhan yang

maha kuasa

Såpå temen bakal tinemu…,

barang siapa bersungguh-sungguh

akan menemukan

Såpå wani rekåså bakal nggayuh mulyå… ,

barang siapa berani

bersusah payah

akan menemukan

kemuliaan

Dudu akèhé, nanging berkahé kang dadèkaké cukup lan nyukupi…..,

bukan banyaknya

melainkan berkah

nya yang menjadikan

cukup dan

mencukupi

Wis ginaris nèng takdiré menungså yèn åpå sing urip kuwi wis disangoni såkå sing kuwåså.

sudah digariskan

oleh takdir bahwa

semua yang hidup

itu sudah diberi

bekal oleh yang

maha kuasa

Dalan urip lan pangané wis cemepak cedhak kåyå angin sing disedhot bendinané….,

jalan hidup

dan rejeki sudah

tersedia.. dekat..

seperti udara yang

kita hirup setiap

harinya

Nanging kadhang menungså sulap måtå lan peteng atiné, sing adoh såkå awaké katon padhang cemlorot ngawé-awé,

Nanging sing cedhak nèng ngarepé lan dadi tanggung jawabé disiå-siå kåyå orå duwé gunå…,

tetapi kadang

manusia silau mata

dan gelap hati,

yang jauh kelihatan

berkilau dan

menarik hati..

tetapi yang dekat

didepannya dan

menjadi tanggung

jawabnya disia sia

kan seperti tak ada

guna

Rejeki iku wis cemepak såkå Gusti, ora bakal kurang anané kanggo nyukupi butuhé menungså såkå lair tekané pati….,

rejeki itu sudah

disediakan oleh

tuhan, tidak bakal

berkurang untuk

mencukupi

kebutuhan manusia

dari lahir sampai

mati

Nanging yèn kanggo nuruti karep menungså sing ora ånå watesé, rasané kabèh cupet, nèng pikiran ruwet, lan atiné marahi bundhet.

tetapi kalau

menuruti kemauan

manusia yang tidak ada

batasnya, semua

dirasa kurang

membuat ruwet di hati

dan pikiran

Welingé wong tuwå, åpå sing ånå dilakoni lan åpå sing durung ånå åjå diarep-arep, semèlèhké lan yèn wis dadi duwèkmu bakal tinemu, yèn ora jatahmu, åpå maneh kok ngrebut såkå wong liyå nganggo cårå sing ålå, yå  waé, iku bakal gawé uripmu lårå, rekåså lan angkårå murkå sak jeroning kaluwargå, kabeh iku bakal sirnå balik dadi sakmestiné.

petuah orang tua,

jalanilah apa yang

ada didepan mata

dan jangan terlalu

berharap lebih untuk

yang belum ada

kalau memang

milikmu pasti akan

ketemu..

kalau bukan jatahmu..

apalagi sampai

merebut milik orang

memakai càra tidak

baik, itu akan

membuat hidupmu

merana, sengsara

dan angkara murka

semua itu akan sirna

kembali ke asalnya

Yèn umpåmå ayem iku mung biså dituku karo akèhé båndhå dahnå rekasané dadi wong sing ora duwé…,

seumpama

ketenteraman itu

bisa dibeli dengan

hàrta, alangkah

sengsaranya orang

yang tidak punyà

Untungé ayem isà diduwèni såpå waé sing gelem ngleremké atiné ing bab kadonyan, seneng tetulung marang liyan, lan pasrahké uripé marang GUSTI KANG MURBENG DUMADI…,

untungnya,

ketenteraman bisa

dimiliki oleh siapa

saja yang tidak

mengagungkan

keduniawian, suka

menolong orang lain dan

mensyukuri hidupnya.

Kredit foto: Ist

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *