Home / Renungan Iman Katolik / Pelita Hati: 04.03.2018 – Menyucikan Hati

Pelita Hati: 04.03.2018 – Menyucikan Hati


Bacaan Yohanes 2:13-25


Dalam Bait Suci didapati-Nya pedagang-pedagang lembu, kambing domba dan merpati, dan penukar-penukar uang duduk di situ. Ia membuat cambuk dari tali lalu mengusir mereka semua dari Bait Suci dengan semua kambing domba dan lembu mereka; uang penukar-penukar dihamburkan-Nya ke tanah dan meja-meja mereka dibalikkan-Nya. Kepada pedagang-pedagang merpati Ia berkata: “Ambil semuanya ini dari sini, jangan kamu membuat rumah Bapa-Ku menjadi tempat berjualan.” Maka teringatlah murid-murid-Nya, bahwa ada tertulis: “Cinta untuk rumah-Mu menghanguskan Aku.” (Yoh 2:14-17)


KINI kita berjumpa dengan kisah “Yesus menyucikan Bait Allah”. Penginjil Yohanes menggambarkan betapa Yesus sangat marah. Ia menjungkirbalikkan meja-meja pedagang di pelataran bait Allah termasuk menghamburkan uang para penukar dan  membuat cambuk untuk mengusir para pedagang. Mengapa Yesus sedemikian marahnya? Sejatinya bukan semata-mata karena para pedagang berjualan. Sumber soalnya adalah adanya praktek kolusi dan ketidakadilan di balik jual beli hewan dan penukaran uang tersebut. Orang-orang Yahudi yang ingin mempersembahkan korban di bait Allah harus membeli hewan dengan harga yang jauh lebih mahal dan harus menukarkan uang yang dianggap sah, tentu dengan nilai yang jauh lebih mahal. Situasi inilah yang oleh Yesus dinilai sebagai “sarang penyamun” atau sarang berkembangnya kejahatan. Di sinilah sejatinya Yesus sedang menyucikan hati manusia yang  sarat dengan kepentingan dan keserakahan.


Sahabat-sahabat pelita hati,


masa prapaskah adalah masa tobat dan masa untuk menyucikan hati melalui aneka macam olah rohani. Semoga hati kita sungguh menjadi suci dan tak dikotori oleh ragam macam kepentingan diri dan ambisi pribadi.


Jagalah hati jangan kau kotori,
jagalah hati lentera hidup ini.
Jagalah hati dari dengki dan iri,
jagalah hati sucikanlah nurani.


dari Papua dengan cinta,
Berkah Dalem, rm.istoto


Kredit foto: Ilustrasi (Ist)


Romo Stephanus Istoto Raharjo Pr

Imam diosesan Keuskupan Agung Semarang yang kini berkarya di Keuskupan Manokwari-Sorong; Pembantu Ketua III Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik (STPK) St. Benediktus di Sorong, Papua Barat.

About dr.gaplek

Check Also

Bacaan dan Renungan Hari Senin 28 Januari 2019

9:15 Karena itu Ia adalah Pengantara dari suatu perjanjian yang baru, supaya mereka yang telah terpanggil …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *