Home / Renungan Harian Online / Smirna – Laodikia (1)

Smirna – Laodikia (1)

Ayat bacaan: Wahyu 2:9
==================
“Aku tahu kesusahanmu dan kemiskinanmu–namun engkau kaya–dan fitnah mereka, yang menyebut dirinya orang Yahudi, tetapi yang sebenarnya tidak demikian: sebaliknya mereka adalah jemaah Iblis.”

Ada banyak motivasi orang dalam mengikut Yesus. Pernah pada suatu kali saya mendengar orang mau ikut Yesus supaya usahanya yang sempat jatuh kembali bisa berjalan. Ada yang ingin berkat melimpah, ada yang ingin sembuh sakit dan lain-lain. Kalau itu tidak mereka dapatkan, mereka pun segera berpaling mencari alternatif lainnya yang bisa memberikan apa yang mereka inginkan secara instan, tak peduli apapun bentuknya. Mereka tidak berpikir soal keselamatan, apalagi berpikir untuk mengasihi Yesus secara tulus. Benar, Tuhan bisa melakukan itu semua dengan sangat mudah. It’s never a big deal to Him. Tapi apakah hanya itu yang membuat kita menerimaNya sebagai Tuhan? Ibaratnya orang berpacaran, bagaimana perasaan anda jika pasangan anda hanya ingin coba-coba dan hanya mencari untung saja? Jika kita dibegitukan, tentu sakit sekali rasanya bukan?

Kita tidak akan pernah bisa hidup selamanya dan sepenuhnya tanpa masalah. Menjadi pengikut Yesus tidak serta merta berarti bahwa kita akan seratus persen aman dari permasalahan, hidup nikmat sepenuhnya secara berlimpah tanpa kendala. Kenyataannya, betapa seringnya iman kita diuji. Kenyataan lain, ada banyak orang termasuk saya yang harus mengalami proses terlebih dahulu begitu menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat sebelum menikmati indahnya hidup bersamaNya seiring pertumbuhan kedewasaan iman. Mudah bagi kita untuk berkata bahwa “Tuhan itu amat baik” ketika hidup sedang aman-aman saja, tetapi mampukah kita berkata hal yang sama ketika tengah mengalami penderitaan atau permasalahan? Mampukah kita tetap setia dan taat meski keadaan kita sedang tidak baik? Ini sebuah pertanyaan yang jawabannya akan menunjukkan sejauh mana kita mengasihi dan percaya kepadaNya. Jika hanya mengharapkan berkat saja kita akan cepat menjadi dingin, bahkan dengan mudahnya meragukan dan berpaling dari Tuhan ketika masalah sepertinya tidak kunjung teratasi.

Akan hal ini, mari kita lihat perbedaan antara dua jemaat diantara 7 jemaat yang kepada mereka diberikan pesan dan teguran dalam kitab Wahyu, yaitu antara jemaat Smirna dan Laodikia.

Diantara ketujuh gereja dalam kitab Wahyu, hanya ada dua yang tidak ditegur Tuhan, yaitu jemaat di Smirna dan Filadelfia. Setelah kemarin kita melihat jemaat yang menerapkan kasih persaudaraan di Filadelfia, hari ini mari kita lihat bagaimana Smirna yang lokasinya terletak di salah satu bagian dari Turki saat ini bisa luput dari teguran bahkan menuai pujian langsung dari Tuhan.

Seperti apa profil jemaat Smirna saat itu? Apakah mereka jemaat yang kaya raya dan hidup berlimpah-limpah seperti yang dicari kebanyakan gereja yang sudah menyimpang dari hakekat dan tujuan sesungguhnya hari ini? Justru sebaliknya. Jemaat di Smirna bukanlah jemaat yang kaya secara finansial. Mereka pun mengalami banyak kesusahan dalam mempertahankan iman mereka. Tekanan dari penguasa Roma terus menerus menerpa mereka dan itu sangatlah menyulitkan juga menakutkan.

Mereka dianaktirikan, disisihkan dan diperlakukan tidak adil, cacian dan fitnah, bahkan tidak jarang mereka mengalami penganiayaan dalam mempertahankan iman mereka. Setiap hari dalam hidup mereka harus menghadapi cercaan dan fitnahan dari orang-orang yang menganggap diri mereka paling benar yang akan tanpa sungkan-sungkan menyakiti mereka. Sudah miskin, tertekan dan dianiaya pula. Seandainya jemaat Smirna hanya memandang atau berharap pada berkat duniawi saja mereka tentu segera berpaling. Buat apa mereka harus rela mengalami semua itu? Tentu mereka sudah meninggalkan Tuhan dan kembali kepada kehidupan lama mereka. Tapi jemaat Smirna menunjukkan ketangguhan iman mereka. Lewat segala penderitaan mereka ternyata mereka bisa membuktikan keteguhan mereka sehingga merekapun kemudian menuai pujian dari Tuhan.

Apa kata Tuhan pada mereka? Inilah pujian yang diberikan pada mereka. “Aku tahu kesusahanmu dan kemiskinanmu–namun engkau kaya–dan fitnah mereka, yang menyebut dirinya orang Yahudi, tetapi yang sebenarnya tidak demikian: sebaliknya mereka adalah jemaah Iblis.” (Wahyu 2:9). Wow! Dipuji langsung oleh Tuhan pasti rasanya luar biasa. Meski miskin materi, tapi engkau kaya iman. Begitu kira-kira kata Tuhan. Itulah kualitas jemaat Smirna yang luar biasa.

(bersambung)

About dr.gaplek

Check Also

Belajar Lewat Keteladanan Paulus (2)

(sambungan)Dalam masa hidupNya yang singkat di muka bumi ini, Yesus pun menunjukkan hal yang sama. Segala yang Dia ajarkan telah Dia contohkan secara langsung pula. Lihatlah sebuah contoh dari perkataan Yesus sendiri ketika ia mengingatkan kita untuk m...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *