Home / Renungan Harian Online / Smirna – Laodikia (3)

Smirna – Laodikia (3)

(sambungan)

Tidaklah mudah untuk menyangkal diri dan memikul salib setiap hari, tetapi itulah yang dituntut dari kita. Yesus juga bersabda: “Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan menyelamatkannya.” (ay 24). Kekayaan dunia mungkin menggiurkan, tetapi ingatlah kata-kata Yesus berikut ini: “Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia membinasakan atau merugikan dirinya sendiri?” (ay 25). Jemaat Laodikia melakukan itu, sebaliknya jemaat Smirna menunjukkan bahwa mereka tahu apa yang benar yang seharusnya mereka lakukan sebagai pengikut Kristus.

Dunia boleh saja membenci kita, memperlakukan kita tidak adil, menghina, menuduh kita macam-macam atau bahkan melakukan tindakan-tindakan kekerasan yang bahkan menurut tata krama kemanusiaan saja sudah tidak benar. Tetapi hendaknya semua itu tidak boleh membuat kita berpaling dari Tuhan. Akan hal ini Yesus sudah mengingatkan kita. “Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku dari pada kamu. Sekiranya kamu dari dunia, tentulah dunia mengasihi kamu sebagai miliknya. Tetapi karena kamu bukan dari dunia, melainkan Aku telah memilih kamu dari dunia, sebab itulah dunia membenci kamu.” (Yohanes 15:18-19).

Oleh karena itulah kita harus meneladani sikap jemaat Smirna yang tidak menyerah dan putus asa meski kehidupan yang mereka jalani sungguh berat. Keputusan dan sikap hidup tanpa pamrih seperti itulah yang membuahkan pujian dari Tuhan. “Jangan takut terhadap apa yang harus engkau derita! Sesungguhnya Iblis akan melemparkan beberapa orang dari antaramu ke dalam penjara supaya kamu dicobai dan kamu akan beroleh kesusahan selama sepuluh hari. Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan.” (Wahyu 2:10).

Mahkota kehidupan yang abadi akan selalu dikaruniakan Tuhan kepada siapapun yang mampu setia sampai mati. Apakah hidup anda sedang mengalami kesusahan saat ini, sedang mengalami tekanan atau perlakuan tidak mengenakkan? Apakah roda kehidupan anda saat ini sedang berada dibawah dan melindas bebatuan keras dan tajam? Tuhan berpesan demikian: “Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa!” (Roma 12:12).

Jangan bersungut-sungut ketika ada masalah, jangan putus asa apalagi menyerah. Ada mahkota kehidupan yang disediakan Tuhan kepada siapapun yang tetap setia kepada Tuhan dalam segala kondisi di ujung perjalanan kita. Ada banyak diantara orang percaya yang tidak sanggup menanggung kemiskinan, fitnahan dan siksaan. Mereka akan dengan cepat memilih untuk meninggalkan Tuhan ketimbang harus mengalami hal-hal tersebut. Tetapi jemaat Smirna sudah membuktikan iman mereka lewat ketabahan dan ketaatan yang luar biasa. Dan Tuhan pun memberikan pujian. Mari kita teladani jemaat Smirna dan mari pegang teguh kesetiaan kepada Tuhan apapun resikonya.

“Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia membinasakan atau merugikan dirinya sendiri?” (Lukas 9:25)

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

About dr.gaplek

Check Also

Belajar Lewat Keteladanan Paulus (2)

(sambungan)Dalam masa hidupNya yang singkat di muka bumi ini, Yesus pun menunjukkan hal yang sama. Segala yang Dia ajarkan telah Dia contohkan secara langsung pula. Lihatlah sebuah contoh dari perkataan Yesus sendiri ketika ia mengingatkan kita untuk m...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *