Tiara (2)

(sambungan)

Akan halnya gereja atau jemaat Filadelfia, mereka adalah satu dari tujuh gereja yang disebutkan secara khusus dalam kitab Wahyu. Hanya ada dua gereja yang tidak mendapat teguran Tuhan, yaitu Filadelfia dan Smirna. Pesan Tuhan berbunyi seperti ini: “Aku tahu segala pekerjaanmu: lihatlah, Aku telah membuka pintu bagimu, yang tidak dapat ditutup oleh seorangpun. Aku tahu bahwa kekuatanmu tidak seberapa, namun engkau menuruti firman-Ku dan engkau tidak menyangkal nama-Ku.” (Wahyu 3:8). Jemaat Filadelfia dikatakan sebagai jemaat yang kekuatannya tidaklah seberapa, namun mereka menuruti firman Tuhan dan tidak menyangkal nama Tuhan. Mereka menerapkan kasih persaudaraan disana, dan ternyata meski kekuatan mereka tidak seberapa, namun kesatuan mereka yang erat dan penuh kasih itu ternyata sanggup membawa perbedaan dan hasil yang luar biasa. Begitu luar biasa hingga Tuhan pun berkenan memuji mereka.

Pola kasih persaudaraan yang dianut oleh jemaat Filadelfia ini mencerminkan gaya hidup jemaat mula-mula yang tertulis dalam Kisah Para Rasul 2:41-47. Mereka dikatakan “selalu tekun dalam pengajaran dan persekutuan, selalu berkumpul, bersama-sama memecah roti dan berdoa” (ay 42). Betapa eratnya persatuan sebagai saudara itu, sehingga dikatakan “segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama, dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing.” (ay 44-45). Tidaklah heran jika gereja itu kemudian berkembang sangat pesat. Dimulai dengan pertobatan ribuan jiwa (ay 41) hingga datangnya berkat Tuhan yang terus menambahkan jumlah mereka dengan jiwa-jiwa diselamatkan lainnya. (ay 47). Dan ini juga yang terjadi kepada jemaat Filadelfia di dalam kitab Wahyu. Salah satu upah yang dijanjikan Tuhan kepada mereka adalah menjadi “sokoguru di dalam Bait Suci Allah” (Wahyu 3:12) yang artinya diberkati dalam pelayanan dan kemuliaan Tuhan.

Meski mendapat pujian tinggi, jemaat Filadelfia tetap diingatkan agar mereka tetap mempertahankan cara hidup penuh kasih persaudaraan hingga kedatangan Kristus yang kedua kali. Itu wajib mereka lakukan agar jangan sampai mahkota yang sudah ada pada mereka diambil kembali. Ini pesan penting yang tentu berlaku juga bagi kita semua. Hari-hari yang kita hadapi sungguh sulit. Ada begitu banyak godaan sepanjang perjalanan hidup kita yang siap membuat kita keluar dari jalur yang benar. Baik yang nyata-nyata maupun yang terselubung, godaan bisa timbul dari segala arah, demikian pula serangan yang kalau tidak hati-hati bisa membuat mahkota lenyap dari kepala kita.

Dalam Ibrani kita sudah diingatkan agar tetap dengan teliti melihat segala sesuatu agar jangan sampai hanyut terbawa arus. “Karena itu harus lebih teliti kita memperhatikan apa yang telah kita dengar, supaya kita jangan hanyut dibawa arus.” (Ibrani 2:1). Ibrani 2:1-4 memberikan pesan bagi kita agar kita jeli melihat jalan kita ke depan. Sepanjang Alkitab kita melihat bagaimana firman-firman Tuhan disampaikan baik lewat perantaraan malaikat, para nabi dan langsung oleh Kristus sendiri. Bahkan Tuhan sendiri telah menguatkan kesaksian-kesaksian yang telah tertulis itu lewat berbagai tanda dan mukjizat. Dalam begitu banyak kesempatan Tuhan telah menyatakan kuasaNya, juga membagi-bagikan berbagai karunia termasuk tentunya keselamatan kekal dari Roh Allah sesuai kehendak Tuhan sendiri.

Karena itulah jika semua itu sudah diberikan kepada kita, kita wajib memperhatikan baik-baik cara hidup kita yang akan sangat menentukan apakah mahkota yang abadi akan tetap ada pada kita atau sudah tidak lagi ada disana. “Sebab kalau firman yang dikatakan dengan perantaraan malaikat-malaikat tetap berlaku, dan setiap pelanggaran dan ketidaktaatan mendapat balasan yang setimpal, bagaimanakah kita akan luput, jikalau kita menyia-nyiakan keselamatan yang sebesar itu, yang mula-mula diberitakan oleh Tuhan dan oleh mereka yang telah mendengarnya, kepada kita dengan cara yang dapat dipercayai” (ay 3).

(bersambung)

About dr.gaplek

Check Also

Belajar Lewat Keteladanan Paulus (2)

(sambungan)Dalam masa hidupNya yang singkat di muka bumi ini, Yesus pun menunjukkan hal yang sama. Segala yang Dia ajarkan telah Dia contohkan secara langsung pula. Lihatlah sebuah contoh dari perkataan Yesus sendiri ketika ia mengingatkan kita untuk m...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *